Tangerang,Topviral.id — Jembatan Cirarab di Kampung Bunder kembali terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang. Genangan terjadi di dua titik, yakni Jembatan Cirarab kawasan industri FACTO dan Jembatan Cirarab di Jalan Telesonik Ujung, RT 008 RW 02, Kelurahan Bunder, Kecamatan Cikupa, Jumat (23/1/2026).
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Lurah Bunder Hj. Ine Susilawati, A.Md.Kep., SKM., didampingi Kasi Trantib Linmas Cepy Budiman, S.Kom., staf kelurahan Herman, serta Sekretaris Kelurahan Bunder Deden, turun langsung ke lokasi banjir untuk memantau situasi sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat.
Lurah Bunder mengingatkan warga, khususnya yang memiliki anak-anak, agar tidak beraktivitas di sekitar jembatan saat banjir. Imbauan ini disampaikan menyusul peristiwa tragis yang baru-baru ini viral di media sosial, di mana dua anak kecil hanyut terbawa arus banjir di wilayah Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, hingga meninggal dunia.
“Di wilayah Kelurahan Bunder, khususnya di Jembatan Cirarab, banjir kerap terjadi setiap musim hujan. Bahkan, dalam kondisi tidak hujan pun, terkadang banjir datang secara tiba-tiba,” ujar Hj. Ine Susilawati.
Ia menjelaskan bahwa persoalan Jembatan Cirarab telah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait, termasuk dalam forum Musrenbang Kecamatan Cikupa. Dalam kesempatan tersebut, tokoh masyarakat Kelurahan Bunder yang diwakili Abah H. Ono (H. Suyono, S.M.Hk.) juga menyampaikan aspirasi agar jembatan segera direnovasi dan dibangun secara permanen.
“Kami mohon doa dan dukungan warga agar proses perencanaan hingga pembangunan jembatan ini dapat berjalan lancar dan segera terealisasi,” tambahnya.
Sementara itu, aktivis sosial dan lingkungan Kelurahan Bunder, Kang Hariri “BM’79”, yang juga Ketua Ormas Pemuda Pancasila Ranting Bunder, menyampaikan bahwa hujan yang berlangsung hampir satu minggu terakhir menyebabkan Jembatan Cirarab lumpuh total.
“Kedalaman air di tengah jembatan mencapai hampir satu meter, bahkan di kawasan industri FACTO bisa mencapai sekitar 120 sentimeter. Akibatnya, banyak kendaraan roda dua maupun roda empat mogok dan aktivitas warga terganggu,” ungkapnya.
Ia juga mendesak BPBD Kabupaten Tangerang agar segera turun tangan membantu penanganan banjir di lokasi, termasuk menyediakan perahu karet untuk membantu mobilitas warga setempat.
Dampak banjir turut dirasakan warga di perkampungan RT 010 dan RT 011 yang berada di bantaran Kali Cirarab. Hingga Jumat siang, air dilaporkan mulai memasuki halaman rumah warga.
Di lokasi yang sama, Ketua RT 011 Odeng menyampaikan apresiasi kepada Lurah Bunder beserta jajaran atas bantuan sembako yang disalurkan kepada warga terdampak banjir.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Ibu Lurah serta seluruh pihak yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang terdampak,” tuturnya.
Red;Wahabsyah
