Tenun Iban Sadap Jadi Daya Tarik Wisata Budaya di Kapuas Hulu
KAPUAS HULU,Topviral.id – Tradisi menenun masyarakat adat Dayak Iban Sadap di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, berkembang menjadi daya tarik wisata budaya berbasis kearifan lokal. Aktivitas menenun yang dilakukan secara turun-temurun di rumah panjang kini menarik minat wisatawan dan pemerhati wastra dari dalam maupun luar negeri.

Tenun Iban Sadap merupakan bagian dari keseharian masyarakat adat, dengan proses produksi yang masih mengandalkan bahan alami seperti daun, akar, dan kulit kayu sebagai pewarna, serta alat tenun dari bambu. Proses menenun dilakukan di ruang bersama rumah panjang, yang juga menjadi pusat aktivitas sosial dan adat masyarakat setempat,Rabu,4/2/2026.
Penggerak Festival Tenun Iban Sadap, Magareta Mala, mengatakan tenun bagi masyarakat Iban bukan sekadar kerajinan, melainkan identitas budaya yang sarat nilai spiritual dan sosial. Melalui Festival Tenun Iban Sadap yang digelar perdana pada Desember 2025, masyarakat ingin memperkenalkan tradisi menenun sekaligus membuka ruang wisata edukatif berbasis budaya.
Hal senada disampaikan Herkulanus Sutomo dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kapuas Hulu. Menurutnya, pengembangan wisata tenun bertujuan memastikan tradisi menenun tetap hidup di tengah perubahan zaman, sekaligus menjadi media edukasi bagi publik tentang hubungan masyarakat adat dengan alam dan budaya.
Selain festival, komunitas penenun Iban Sadap juga mengembangkan paket wisata tenun yang memungkinkan pengunjung belajar langsung tentang sejarah, filosofi, hingga proses menenun. Wisata ini tidak berorientasi pada jumlah kunjungan, melainkan pada pemahaman dan penghargaan terhadap proses serta nilai budaya yang dijalani masyarakat adat.
Melalui pariwisata berbasis budaya dan alam, masyarakat adat Iban Sadap berharap tradisi menenun tetap lestari, sekaligus mendorong pengakuan dan perlindungan wilayah adat sebagai fondasi keberlanjutan budaya dan lingkungan di Kapuas Hulu.