Film “Monster Pabrik Rambut” Rilis Trailer, Poster, dan OST, Tayang 4 Juni 2026
Jakarta,Topviral.id — Rumah produksi Palari Films resmi merilis official trailer, poster, dan original soundtrack (OST) film Monster Pabrik Rambut yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.
Film yang disutradarai Edwin ini mengangkat tema horor dunia kerja yang relevan dengan kondisi saat ini, di mana lingkungan kerja digambarkan sebagai “monster” yang menuntut pekerja terus produktif hingga mengorbankan diri. Trailer memperlihatkan suasana mencekam di pabrik rambut tempat dua tokoh utama bekerja,Kamis 30 April 2026.
Dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan Kev, film ini berkisah tentang Putri dan Ida yang bekerja di sebuah pabrik untuk mengungkap misteri kematian ibu mereka yang diduga tidak wajar.
Karakter Bona yang diperankan Iqbaal memiliki kemampuan meregenerasi tubuh layaknya Axolotl, yang menjadi simbol kritik terhadap tuntutan kerja tanpa henti. Sementara itu, kejanggalan demi kejanggalan di pabrik memperkuat dugaan adanya kekuatan misterius di balik kematian sang ibu.
Film ini diproduseri Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy serta merupakan ko-produksi internasional antara Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis. Naskah ditulis Edwin bersama Eka Kurniawan, melanjutkan kolaborasi mereka setelah film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.
Selain sebagai pemeran, Iqbaal Ramadhan juga terlibat sebagai produser eksekutif bersama Ernest Prakasa, Dian Sastrowardoyo, dan Maudy Ayunda.
Original soundtrack berjudul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” diciptakan dan dibawakan oleh Sal Priadi. Lagu tersebut diharapkan menjadi representasi atau “anthem” bagi pekerja yang menghadapi tekanan lembur berlebihan.
Menurut Edwin, film ini ingin menyampaikan bahwa kondisi kerja sering kali membuat manusia seperti mesin yang terus dipaksa produktif. Sementara itu, Rachel Amanda menilai isu overwork yang diangkat dalam film sangat dekat dengan realitas, khususnya bagi generasi muda yang kerap menormalisasi budaya kerja berlebihan.
Monster Pabrik Rambut diharapkan menghadirkan pengalaman sinematik baru sekaligus memantik diskusi publik tentang pentingnya keseimbangan hidup dan kerja.