Komjen Suyudi menyoroti terkait enam program prioritas salah satunya adalah perampingan struktur Mabes Polri agar lebih proporsional serta penguatan operasional di tingkat daerah.
JAKARTA– TOP VIRAL- Teka-teki sosok pengganti Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo akhirnya terjawab. Komisi III DPR RI secara resmi menyetujui penunjukan Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru dalam rapat uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Persetujuan tersebut dicapai secara aklamasi oleh seluruh fraksi di Komisi III DPR RI setelah menerima Surat Presidensial (Surpres) dari Presiden Prabowo Subianto terkait usulan pemberhentian Jenderal Listyo Sigit dan pengangkatan Komjen Suyudi.
Penunjukan ini sekaligus mengakhiri masa jabatan Jenderal Listyo Sigit yang telah mengemban tugas sebagai Kapolri selama lebih dari empat tahun.
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengonfirmasi bahwa keputusan ini telah mengantongi persetujuan penuh dari seluruh fraksi partai politik, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), hingga pimpinan DPR RI.
”Sesuai dengan rapat Badan Musyawarah DPR RI, Komisi III ditugaskan menggelar uji kelayakan terhadap Komjen Pol Suyudi Ario Seto, dan hasilnya disetujui secara aklamasi,” ujar Habiburokhman saat memimpin rapat terbuka tersebut.
Dalam pemaparannya di hadapan anggota dewan, Komjen Suyudi menyampaikan enam program prioritas yang berfokus pada pembenahan struktur organisasi, sumber daya manusia (SDM), pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, hingga akuntabilitas anggaran.
Salah satu poin utama yang disoroti adalah perampingan struktur Mabes Polri agar lebih proporsional serta penguatan operasional di tingkat daerah.
”Mabes Polri akan dibuat lebih proporsional dan ramping. Polres diperkuat sebagai kesatuan operasional dasar, dan Polsek dibuat tangguh serta dekat dengan masyarakat. Struktur yang tumpang tindih akan kami sederhanakan,” tegas Komjen Suyudi.
Selain pembenahan kelembagaan dan pembinaan SDM dari hulu ke hilir, Komjen Suyudi membeberkan komitmen 100 hari kerja pertamanya yang berfokus pada efisiensi layanan publik.
”Fokus 100 hari pertama meliputi layanan respons cepat 110, SPKT yang lebih ramah terhadap korban, kepastian pelacakan perkara melalui SP2HP, pembersihan internal, serta penguatan Polres dan Polsek di garis terdepan,” pungkasnya.
update berita: endang sumirah
