Prabowo Janjikan Perlindungan dan Kenaikan Pendapatan Ojol dalam Pidato May Day di Monas

0

JAKARTA- TOPVIRAL- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato tegas dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5).

Ketegasan Prabowo dengan menyoroti nasib pengemudi ojek online (ojol) yang dinilai menghadapi risiko tinggi namun belum mendapatkan kesejahteraan yang layak.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa pengemudi ojol bekerja keras setiap hari dan bahkan mempertaruhkan nyawa mereka di jalan.

Untuk itu, Ia secara khusus mengkritik praktik pembagian pendapatan oleh perusahaan aplikator yang selama ini memotong hingga 20 persen dari penghasilan pengemudi.

“Bagaimana mungkin ojol setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? 10 persen? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen,” tegasnya di hadapan ribuan buruh yang hadir.

Presiden juga menyindir keras pihak aplikator yang dinilai mengambil keuntungan dari kerja keras para pengemudi. “Enak saja, yang keringat siapa, yang dapat uang siapa,” ujarnya, disambut sorak massa.

Ia bahkan menambahkan peringatan tegas bahwa perusahaan yang tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah tidak perlu beroperasi di Indonesia.

Selain kritik, Prabowo turut mengumumkan kebijakan konkret untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja transportasi online.

Ia mengungkapkan telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang perlindungan pekerja transportasi online.

Melalui regulasi tersebut, pemerintah mewajibkan pemberian jaminan kecelakaan kerja, akses BPJS Kesehatan, serta asuransi kesehatan bagi pengemudi ojol. Selain itu, skema pembagian pendapatan juga diubah secara signifikan.

“Yang tadinya sekitar 80 persen untuk pengemudi, sekarang minimal menjadi 92 persen untuk pengemudi,” jelas Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga memaparkan berbagai kebijakan pro-buruh lainnya, termasuk kenaikan upah minimum, penambahan program rumah subsidi bagi buruh, serta pemberian bonus hari raya.

Ia juga menyoroti upaya pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan keringanan iuran jaminan sosial bagi pekerja bukan penerima upah, dengan diskon sebesar 50 persen untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Di akhir pidatonya, Prabowo menegaskan komitmennya terhadap reformasi regulasi ketenagakerjaan. Ia telah menginstruksikan Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU Ketenagakerjaan bersama DPR RI.

“Kalau bisa tahun ini juga harus selesai. Dan undang-undang itu harus berpihak kepada kaum buruh,” pungkasnya.

Peringatan May Day tahun ini menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk menunjukkan keberpihakan terhadap pekerja, khususnya sektor informal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.