Kepercayaan Publik kepada Polri Meningkat, Ketua JMP: Hasil Evaluasi dan Pembenahan yang Berkelanjutan

JAKARTA -TOPVIRAL- Ketua Jurnalis Mitra Polri (JMP), Ikhwan Azis, menilai meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri berdasarkan hasil survei Litbang Kompas merupakan sesuatu yang wajar.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari berbagai evaluasi dan pembenahan yang terus dilakukan institusi kepolisian, terutama dalam aspek pelayanan publik dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Tren positif hasil survei Litbang Kompas sangatlah wajar. Polri terus melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pengamanan Kamtibmas,” ujar Ikhwan Azis, Selasa (1/7/2026).

Ia mengatakan, meningkatnya kepercayaan masyarakat tidak terlepas dari berbagai inovasi pelayanan yang dikembangkan Polri, disertai respons cepat dalam mengantisipasi maupun menindak berbagai gangguan keamanan. Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat kini semakin dirasakan manfaatnya.

“Pergerakan Polri dalam memberikan pelayanan, pengamanan, langkah antisipatif, hingga tindakan tegas terhadap para pelaku yang mengganggu Kamtibmas patut diapresiasi. Hal itu menjadi salah satu faktor meningkatnya kepercayaan masyarakat,” katanya.

Ikhwan juga menilai apresiasi yang disampaikan sejumlah tokoh nasional, tokoh agama, dan tokoh masyarakat terhadap Polri dalam beberapa waktu terakhir merupakan hal yang tidak mengherankan. Menurutnya, berbagai langkah pembenahan yang dilakukan institusi kepolisian mulai mendapat pengakuan dari berbagai kalangan.

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati pada 1 Juli 2026 bertepatan dengan dirilisnya hasil survei terbaru Litbang Kompas yang menunjukkan tren peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri.

Tahun ini, Polri genap berusia 80 tahun sejak resmi dibentuk pada 1 Juli 1946 melalui Penetapan Pemerintah Tahun 1946 Nomor 11/S.D. yang menyatukan Djawatan Kepolisian Negara.

Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri tercatat mencapai 82,4 persen, meningkat dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen. Sementara itu, citra kelembagaan Polri juga mengalami kenaikan dari 64,4 persen menjadi 71,5 persen.

Survei Litbang Kompas juga menunjukkan bahwa berbagai upaya transformasi pelayanan Polri mulai mendapat respons positif dari masyarakat.

Layanan administrasi kepolisian masih menjadi layanan yang paling banyak dimanfaatkan, dengan layanan STNK menempati posisi tertinggi sebesar 53,1 persen, disusul layanan SIM sebesar 37 persen, SKCK 27,1 persen, surat kehilangan 23,1 persen, dan balik nama BPKB sebesar 14,7 persen.

Peningkatan tersebut dinilai sejalan dengan berbagai program transformasi pelayanan yang terus dikembangkan Polri, seperti penguatan SPKT Presisi sebagai pusat pelayanan terpadu, standardisasi pelayanan di seluruh satuan kewilayahan, optimalisasi Call Center 110 selama 24 jam, serta evaluasi pelayanan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Sebelumnya, sejumlah tokoh juga menyampaikan apresiasi terhadap meningkatnya kepercayaan publik kepada Polri. Mereka menilai kepercayaan masyarakat dibangun melalui kerja nyata, peningkatan kualitas pelayanan, serta kehadiran aparat kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Meski demikian, Ikhwan mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat Polri berpuas diri. Menurutnya, memasuki usia ke-80 tahun, institusi kepolisian harus terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Di usia yang ke-80 ini, Polri diharapkan terus mempertahankan bahkan meningkatkan kinerjanya agar situasi keamanan di tengah masyarakat semakin aman dan kondusif. Semoga capaian positif ini dapat terus dipertahankan sehingga Polri semakin profesional, modern, dan semakin dipercaya masyarakat,” tutup Ikhwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *