Rakernas PIM Soroti Peran Perempuan dalam Menjaga Ketahanan Bangsa
JAKARTA- TOP VIRAL – Perempuan Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan bangsa di tengah tantangan sosial, ekonomi, budaya, hingga perkembangan teknologi global yang semakin kompleks.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Perempuan Indonesia Maju bertajuk “Menjaga Ketahanan Bangsa” yang digelar, di Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (7/5/2026),
Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju, Lana T. Koentjoro, mengatakan perempuan saat ini bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan telah menjadi mitra strategis negara dalam menentukan arah kemajuan Indonesia.
“Kami ingin perempuan Indonesia semakin kuat, berdaya, mandiri, dan mampu melahirkan solusi nyata di tengah masyarakat. Karena itu, forum ini diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah dalam menjawab berbagai persoalan nasional,” ujar Lana dalam sambutannya.
Menurutnya, Rakernas Perempuan Indonesia bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menyatukan kekuatan perempuan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Lana menjelaskan kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi antara Perempuan Indonesia Maju bersama sejumlah kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kehutanan, Kementerian Sosial, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pertahanan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sektor swasta, serta organisasi perempuan seperti Kowani dan PIMTI.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa perempuan Indonesia memiliki kekuatan besar jika bergerak bersama,” katanya.
Ia berharap forum tersebut dapat menjadi momentum memperkuat persatuan perempuan Indonesia dalam menghadapi dinamika perubahan global yang bergerak cepat.
“Perempuan Indonesia harus hadir sebagai kekuatan pemersatu bangsa, penjaga harmoni sosial, sekaligus motor penggerak perubahan. Forum ini bukan hanya ruang diskusi, tetapi ruang konsolidasi gagasan, kolaborasi, dan aksi nyata perempuan Indonesia untuk bangsa,” tutur Lana.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai fondasi pembangunan nasional.
“Perempuan berdaya bukan pilihan, tetapi keharusan. Kesetaraan gender bukan wacana, tetapi fondasi pembangunan. Ketahanan bangsa dimulai dari keluarga dan perempuan adalah kuncinya,” ujar Arifah.
Sedangkan disela-sela sela acara Pelantikan, Ketua Umum Perempuan Indonesia-Korea Selatan menegaskan komitmennya sebagai jembatan kolaborasi strategis antara Indonesia dan Korea Selatan dalam berbagai sektor, mulai dari pemberdayaan perempuan, pendidikan, budaya, UMKM, investasi, hingga penguatan jejaring internasional.
Menurut Patricia, keberadaan diaspora Indonesia di Korea Selatan tidak hanya menjadi komunitas masyarakat Indonesia di luar negeri, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membuka peluang kerja sama internasional yang berdampak bagi kemajuan bangsa.
“Kami dari Dewan Perwakilan Luar Negeri PIM Korea Selatan hadir bukan hanya sebagai komunitas diaspora, tetapi juga sebagai jembatan kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam bidang perempuan, pendidikan, budaya, UMKM, investasi, serta jejaring internasional,” tukas Patricia, Kamis (7/5/2026)
Forum Nasional Perempuan Indonesia diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi dan langkah konkret dalam memperkuat kontribusi perempuan terhadap pembangunan nasional serta menjaga ketahanan bangsa di berbagai sektor.
editor : endang sumirah