Sidang Isbat : Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
JAKARTA-TOPVIRAL-Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama Republi melalui menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026) di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI, Jalan MH Thamrin No. 6, Menteng, Jakarta Pusat.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 75 peserta ini dipimpin oleh Pj. Prof. Dr. H. Abu Rohmad, M.Ag., serta melibatkan berbagai unsur pemerintah, lembaga, dan organisasi masyarakat Islam.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Nasaruddin Umar, Romo R. Muhammad Syafi’i, Marwan Dasopang, serta Anwar Iskandar. Selain itu, hadir pula perwakilan Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama, duta besar negara sahabat, serta lembaga seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan Badan Informasi Geospasial, bersama para pakar falak dan ormas-ormas Islam.
Rangkaian kegiatan diawali dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Memasuki pukul 16.48 hingga 18.08 WIB, peserta mengikuti sesi pemaparan hasil pengamatan dan perhitungan hilal sebagai dasar penetapan awal Syawal.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat Maghrib berjamaah pada pukul 18.08 WIB. Sidang Isbat tertutup kemudian digelar mulai pukul 19.00 hingga 19.40 WIB.
Hasil sidang diumumkan dalam konferensi pers pada pukul 19.43 WIB oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Pemerintah bersama para peserta sidang sepakat menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
“Penetapan ini merupakan hasil musyawarah berdasarkan data hisab dan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan di Indonesia,” ujar Menteri Agama dalam konferensi pers tersebut.
Sidang Isbat resmi ditutup pada pukul 19.50 WIB.”Penetapan ini diharapkan menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia dalam merayakan Hari Raya IdulFitri secara serentak,”tutup Menteri Agama.
update berita endang sumirah