JMFF 2026 Bahas Penguatan Ekosistem Film Nasional Berbasis UMKM
Jakarta,Topviral.id— Panitia Jakarta Millennial Film Festival (JMFF) 2026 bertemu Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan RI, Syaifullah, Kamis (26/2/2026), di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penguatan ekosistem perfilman nasional berbasis UMKM serta sinergi program festival dengan kebijakan pemerintah.
Dalam diskusi, disampaikan bahwa industri film nasional saat ini mencatat dominasi pangsa pasar domestik sekitar 65 persen dengan lebih dari 80 juta penonton. Meski demikian, muncul pandangan bahwa capaian tersebut perlu diiringi pemerataan manfaat bagi pelaku industri, termasuk sineas independen dan komunitas film di daerah.

Pendiri Jaya Center Foundation sekaligus Pembina JMFF 2026, Budi Mulyawan, menyatakan demokratisasi perfilman berbasis UMKM menjadi kebutuhan untuk memperluas akses produksi, pembiayaan, dan distribusi. Ia menilai industri masih cenderung terpusat pada rumah produksi besar, sementara pelaku UMKM menghadapi keterbatasan modal dan akses pasar.
Menurut Budi, regulasi seperti Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta telah menjadi landasan hukum, namun perlu penguatan implementasi agar selaras dengan perkembangan teknologi digital dan platform streaming. Ia juga mendorong skema pembiayaan inklusif disertai pendampingan dan standardisasi kualitas produksi.
Sementara itu, pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara penyelenggara festival dan pemerintah terkait arah kebijakan perfilman ke depan. Penguatan peran UMKM dinilai berpotensi memperluas dampak ekonomi kreatif di daerah, sekaligus membuka peluang partisipasi yang lebih merata bagi talenta film di berbagai wilayah Indonesia.
Red: Wahabsyah