BOYOLALI– TOP VIRAL- Kasus dugaan tabrak lari maut yang menewaskan seorang pengendara motor di depan Asrama Haji Donohudan (AHD), Kabupaten Boyolali, pada Rabu (28/10/2026) dini hari, menjadi perhatian serius jajaran kepolisian.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah memburu pelaku dan mengusut tuntas insiden tersebut.
Peristiwa tragis ini merenggut nyawa Nugroho (33), seorang pengendara motor yang tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, istrinya, Ika Andriyani, yang berkendara bersama korban selamat tanpa mengalami luka fisik namun sempat mengalami syok berat.
”Saat ini masih dalam proses lidik pelaku. Kami juga melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan penelusuran CCTV di sekitar TKP,” ujar AKBP Indra Maulana Saputra kepada awak media, Rabu (28/10/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, insiden bermula sekitar pukul 03.00 WIB. Salah seorang saksi mata sekaligus pedagang di sekitar lokasi, Zuhriyah, mengaku sempat mendengar suara benturan keras disusul teriakan minta tolong dari warga.
”Itu habis suara duar begitu ada yang teriak ‘bapak, ibu tolong, tolong’ terus pada keluar semua,” ungkap Zuhriyah. Saat keluar rumah, ia melihat seorang perempuan tengah memegang suaminya yang sudah terkapar di jalan.
Keluarga korban, Iwan, menjelaskan bahwa saat kejadian korban dan istrinya sedang dalam perjalanan berangkat bekerja menuju Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keduanya mengendarai dua sepeda motor terpisah secara beriringan, di mana sang istri berada di posisi depan dan Nugroho menyusul di belakang.
Mobil tak dikenal yang diduga berwarna putih atau perak (silver) melaju dari arah berlawanan (timur), sementara pasutri tersebut melaju dari arah barat. Mobil tersebut sempat nyaris menabrak sang istri yang berada di depan, namun berhasil menghindar. Malangnya, Nugroho yang berada di posisi belakang tidak sempat menghindar hingga akhirnya tertabrak dan meninggal dunia di tempat.
Hal senada juga disampaikan oleh ayah Ika, Suparno. Rutinitas mengantar anaknya bekerja tersebut sebenarnya telah berjalan selama dua bulan terakhir. Pihak keluarga berharap kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku.
”Harapan kami segera diusut tuntas, saya minta pelaku bertanggung jawab. Selama bertanggung jawab, bisa diurus secara kekeluargaan,” pungkas Suparno.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami keterangan saksi serta menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengidentifikasi kendaraan dan pengemudi yang melarikan diri tersebut.
update berita: endang sumirah
