JAKARTA,Topvural.id— PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatat peningkatan produksi minyak sebesar 2.000 barel per hari (bph) dari Lapangan Handil, Kalimantan Timur, pada awal 2026. Tambahan produksi tersebut melampaui target Work Program & Budget (WP&B) 2026 yang ditetapkan sebesar 400 bph.
Peningkatan produksi berasal dari optimalisasi dua sumur High Pour Point Oil (HPPO) yang memiliki karakteristik minyak mudah memadat pada suhu rendah. Lapangan Handil merupakan salah satu lapangan migas mature di Wilayah Kerja Mahakam yang memerlukan penanganan teknis khusus.
Untuk menjaga kelancaran aliran minyak, PHM menerapkan chemical treatment berupa Pour Point Depressant (PPD). Teknologi ini digunakan untuk menurunkan titik tuang minyak sehingga dapat dialirkan secara stabil melalui pipa produksi.
PHM menyebutkan, penerapan PPD mampu menurunkan titik tuang minyak hingga 21 derajat Celsius, sehingga distribusi minyak tetap optimal meskipun menghadapi tantangan temperatur dan kondisi lingkungan lapangan.
Dengan tambahan produksi dari sumur HPPO dan sumur beremulsi lainnya, rata-rata produksi minyak PHM kini mencapai sekitar 25 ribu bph atau sekitar 20 persen di atas target pemerintah. Capaian ini menjadi bagian dari kontribusi PHM dalam mendukung target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari pada 2029.
