Alumni SMPN 15 Angkatan 1993 Gelar Halal Bihalal ,Satu Hati dalam Silaturahmi, Saling Memaafkan dan Menebar Kebaikan

0

Jakarta, 20 April 2025 — Suasana penuh kehangatan dan keceriaan menyelimuti di Omahku  Pejaten Barat saat para alumni SMPN 15 Jakarta angkatan 1993 berkumpul dalam acara Halal Bihalal bertema “Mari Saling Memaafkan, Menebar Kebaikan dalam Semangat Silaturahmi.”

Acara yang diprakarsai oleh Ketua Alumni 93, Opay, ini bukan hanya menjadi ajang temu kangen, tapi juga bentuk nyata komitmen untuk menjaga persahabatan yang telah terjalin sejak bangku SMP. Menurut Opay, mengumpulkan teman-teman lama memang bukan hal mudah, namun semangat kebersamaan menjadikan semuanya terasa ringan. “Yang penting kita punya niat baik, Insya Allah teman-teman ikut antusias. Ini bukan acara satu kali, tapi insya Allah akan jadi agenda rutin tahunan,” jelasnya.

Acara berlangsung hangat dan seru, dengan games, karaoke, door prize, serta pembagian souvenir berupa sarung dan mukena. Gelak tawa dan nostalgia mewarnai setiap sesi, menciptakan momen-momen yang tak terlupakan bagi seluruh alumni yang hadir.

Roy, alumni senior dari angkatan 88/89 yang juga menjadi pembawa acara, memberikan apresiasi khusus untuk soliditas angkatan 93. “Setiap kali mereka bikin acara, selalu rapi dan rame. Ini bukan cuma soal kumpul, tapi soal jaga nilai-nilai silaturahmi dan saling dukung antar teman,” ungkapnya.

Sementara itu, Ida Farida, salah satu alumni yang baru bisa hadir, mengaku senang bisa bergabung. “Saya baru tahu ada acara ini, dan bersyukur bisa hadir. Semoga makin sering ada kegiatan yang bikin kita tetap terhubung,” ujarnya.

Dede, alumni lainnya, berharap agar acara ini menjadi pemersatu dan pembuka pintu untuk saling membantu. “Nggak perlu drama, yang penting damai, kompak, saling tolong. Semoga makin banyak acara yang mempererat hubungan alumni.”

Dengan semangat yang sama, para alumni berharap acara halal bihalal ini menjadi jembatan untuk lebih dari sekadar reuni — tapi menjadi tempat saling menyemangati, peduli, dan tumbuh bersama.

Karena sejatinya, silaturahmi bukan soal seberapa sering bertemu, tapi seberapa besar keinginan untuk terus terhubung dalam kebaikan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.