Karya Kolaboratif Pengunjung Museum MACAN Tampil di Biennial São Paulo 2025
JAKARTA — Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) kembali mencatatkan kiprah di panggung seni internasional. Hasil karya pengunjung dalam program Social Mapping, proyek kolaboratif perupa asal Kolombia Oscar Murillo, resmi menjadi bagian dari instalasi berskala besar berjudul A Song to a Tearful Garden yang dipamerkan di Biennial São Paulo ke-36, Brasil.
Sepanjang Juli hingga Agustus 2025, Museum MACAN menjadi salah satu lokasi global penyelenggaraan sesi gambar Social Mapping. Program ini mengajak pengunjung dari berbagai usia untuk menggambar dan membuat tanda visual di atas kanvas sepanjang 10 meter, menggunakan berbagai media seperti pena, pensil, dan krayon.
Lebih dari 2.000 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini, menjadikannya salah satu program partisipatif terbesar di Museum MACAN sepanjang tahun 2025. Setelah kegiatan selesai, seluruh hasil karya dikirim ke Brasil dan menjadi bagian integral dari instalasi A Song to a Tearful Garden di Taman Ibirapuera, area publik yang berdampingan dengan lokasi utama biennale.
Kanvas tersebut kini ditampilkan secara terbuka, memungkinkan masyarakat São Paulo untuk turut menambahkan, menimpa, dan merespons karya secara langsung — memperluas gagasan tentang seni sebagai praktik sosial dan dialog lintas budaya.
Direktur Museum MACAN, Aaron Seeto, menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan museum dan masyarakat Indonesia dalam proyek internasional ini.
“Partisipasi pengunjung Museum MACAN dalam proyek Oscar Murillo menunjukkan bagaimana seni bisa menjadi ruang keterhubungan global. Karya ini lahir dari semangat kolektif dan menunjukkan bahwa kreativitas melampaui batas geografis,” ujar Aaron.
Social Mapping merupakan proyek berkelanjutan yang telah melibatkan komunitas dari berbagai negara, termasuk Brasil, Maroko, Tanzania, Kamerun, Pantai Gading, Inggris, Prancis, Puerto Rico, Polandia, Afrika Selatan, Argentina, Indonesia, Filipina, dan Peru.
Karya ini menjadi simbol kemanusiaan, solidaritas, dan empati lintas budaya yang menjadi fokus utama Biennial São Paulo ke-36, yang mengusung tema “Not All Travellers Walk Roads – Of Humanity as Practice.”
Biennale tersebut berlangsung mulai 6 September 2025 hingga 11 Januari 2026, menghadirkan ratusan perupa dunia yang menampilkan karya yang mengeksplorasi gagasan komunitas, pengalaman kolektif, serta hubungan antara manusia dan lingkungan sosialnya.MFP