Polisi Ungkap Dugaan Penyekapan dan Peredaran Vape Narkotika di Ancol
JAKARTA-TOP VIRAL – Polres Metro Jakarta Utara bersama Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan penyekapan terhadap seorang wanita di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Pengungkapan ini sekaligus membuka praktik penyalahgunaan narkotika setelah ditemukan ratusan cartridge vape mengandung zat Etomidate yang diduga siap diedarkan.
Peristiwa bermula pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, ketika pihak kepolisian menerima laporan masyarakat terkait dugaan penyekapan di salah satu hotel di kawasan Ancol. Pelapor juga menyebut adanya indikasi barang terlarang di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, petugas segera mendatangi tempat kejadian perkara. Setibanya di lokasi, polisi menemukan seorang wanita yang diduga menjadi korban penyekapan serta seorang pria warga negara asing berinisial CH (50) yang diduga sebagai pelaku. Selain itu, ditemukan pula barang bukti berupa zat cair dan serbuk yang diduga merupakan narkotika.
Pengungkapan berlanjut sekitar pukul 05.00 WIB di hari yang sama, saat tim gabungan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Utara dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan lanjutan. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 321 cartridge vape yang mengandung Etomidate dari berbagai merek dan diduga siap edar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, selain ratusan cartridge tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa cairan Etomidate dalam botol, alat produksi sederhana, serta bahan campuran perasa.
Temuan ini menguatkan dugaan adanya aktivitas peracikan narkotika di lokasi kejadian. “Pengungkapan ini tidak hanya terkait dugaan penyekapan, namun juga mengarah pada penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis baru dalam bentuk cartridge vape yang mengandung Etomidate.
Dari TKP pertama, kami mengamankan 321 cartridge siap edar beserta bahan dan alat pendukung lainnya,” ujar Budi, Senin (27/4/2026).
Dalam penanganan kasus ini, aparat juga bergerak cepat mengevakuasi korban dan memastikan kondisinya aman. Korban telah menjalani pemeriksaan kesehatan serta mendapatkan pendampingan, termasuk rehabilitasi psikologis guna memulihkan kondisi pascakejadian.
Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas. Tidak menutup kemungkinan kasus ini terkait dengan sindikat narkoba lintas negara yang melibatkan warga negara asing.
“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap jaringan yang lebih besar. Tidak menutup kemungkinan ini merupakan bagian dari sindikat narkoba yang terorganisir, termasuk keterlibatan pelaku lain,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal perkembangan penanganan perkara ini sebagai bentuk kontrol sosial. Menurutnya, partisipasi publik penting untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.
“Silakan masyarakat mengawal dan memonitor perkembangan perkara ini sebagai bentuk kontrol sosial. Polda Metro Jaya terbuka terhadap pengawasan publik,” tambahnya.
Saat ini, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Polisi terus melakukan pengembangan guna membongkar jaringan peredaran narkotika tersebut serta mencegah penyebaran zat berbahaya di tengah masyarakat