Pelayanan Samsat Ciputat Dikeluhkan Warga, Mulai dari Antrean Lama hingga Dugaan Pungli

0

CIPUTAT – TOPVIRAL – Sejumlah warga melayangkan kritik terhadap kualitas pelayanan di Samsat Ciputat. Keluhan yang disampaikan mencakup lamanya proses pelayanan, kurang jelasnya informasi yang diberikan petugas, sistem antrean yang dinilai membingungkan, hingga dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli).

Salah seorang wajib pajak, Habib Budi Purnomo, mengaku harus menunggu berjam-jam untuk menyelesaikan proses pembayaran pajak kendaraan bermotor.
“Proses masuk berkas jam 08.00 WIB, lalu disuruh menunggu di kasir untuk pembayaran.

Sudah dua jam menunggu, tetapi belum juga dipanggil,” ujar Habib, baru-baru ini.
Keluhan serupa disampaikan Chandra Widya.

Ia menilai sistem antrean elektronik yang diterapkan belum berjalan efektif karena pemanggilan nomor antrean dinilai tidak sesuai dengan urutan yang tertera pada barcode antrean.

“Sudah pakai antrean barcode, tapi pemanggilan lewat speaker tidak jelas. Nomor antrean saya 130, yang dipanggil malah nomor 30. Pelayanan seperti ini sudah lebih dari 10 tahun masih saja menyulitkan masyarakat yang ingin membayar pajak,” kata Chandra.

Sementara itu, Ihlasul Amal menyoroti aspek pelayanan informasi yang menurutnya masih perlu diperbaiki. Ia mengaku kesulitan memperoleh penjelasan yang memadai saat meminta informasi kepada petugas.

“Informasi yang diberikan tidak jelas. Ketika saya bertanya, petugas justru mempertanyakan balik dengan nada yang tidak enak. Bahkan saat ingin menyampaikan keluhan melalui kotak saran, saya merasa dihalangi. Akhirnya hanya terjadi perdebatan tanpa solusi,” ungkapnya.

Kritik lebih keras disampaikan Kurniawan Lase yang menduga adanya praktik pungutan liar dalam proses pembayaran pajak kendaraan.

“Saya datang sejak pukul 09.00 WIB untuk membayar pajak, tetapi antreannya sangat lama sementara petugas terlihat asyik mengobrol. Saat proses pembayaran, saya malah mendengar ucapan, ‘sudah saya bantu, terserah lebihinnya berapa’. Ini harus menjadi perhatian serius karena berpotensi mengarah pada pungli,” tegas Kurniawan.

Keluhan lainnya datang dari Rizky Prihatiningsih yang membandingkan pelayanan di Samsat Ciputat dengan sejumlah kantor Samsat di daerah lain yang menurutnya lebih sederhana dan cepat.

“Di daerah lain cukup membawa KTP dan STNK asli, prosesnya hanya beberapa menit karena sudah terintegrasi sistem. Di sini masih diminta berbagai fotokopi dokumen meski pembayaran dilakukan secara online. Bahkan saya pernah diminta membayar Rp30 ribu karena tidak membawa BPKB, padahal pajak sudah lunas secara online. Masyarakat yang ingin tertib pajak justru dipersulit,” ujarnya.

Berbagai keluhan tersebut menunjukkan adanya harapan masyarakat agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik di Samsat Ciputat.

Warga berharap peningkatan profesionalisme petugas, transparansi prosedur pelayanan, perbaikan sistem antrean, serta pengawasan yang lebih ketat guna mencegah praktik yang berpotensi merugikan wajib pajak.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Samsat Ciputat terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.

Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait guna mendapatkan penjelasan dan tanggapan resmi. (Red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.