Curah Hujan Tinggi, Dua Jembatan Cirarab di Cikupa Tak Bisa Dilalui
TANGERANG,Topviral.id — Dua jembatan penghubung di kawasan Cirarab, Kampung Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, kembali terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang terjadi hampir sepekan terakhir. Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam, 22 Januari 2026, dan mengakibatkan arus lalu lintas lumpuh total.
Banjir merendam Jembatan Cirarab di kawasan industri Facto RT 011 RW 03 serta Jembatan Cirarab RT 008 RW 02 di Jalan Telesonik Ujung, Kelurahan Bunder. Ketinggian air di tengah jembatan dilaporkan mencapai hampir satu meter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Aktivis sosial dan lingkungan Kelurahan Bunder, Kang Hariri “BM’79”, menyampaikan bahwa banjir kali ini tergolong cukup besar dan berdampak serius terhadap aktivitas masyarakat.
“Curah hujan sudah hampir satu minggu, dan baru kali ini Jembatan Cirarab kembali diterjang banjir yang cukup besar. Kedua jembatan, baik di kawasan Facto maupun di Jalan Telesonik Ujung, lumpuh total. Banyak pengendara roda dua mogok dan tidak bisa berangkat maupun pulang kerja,” ujarnya.
Ia juga mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang untuk segera turun tangan membantu penanganan banjir di lokasi tersebut.
“Kami menghimbau pihak BPBD Kabupaten Tangerang agar segera membantu di lokasi banjir ini. Harapan kami, pihak terkait dapat mengambil langkah konkret agar banjir seperti ini tidak terus terulang ke depannya,” tegas Hariri.
Keluhan serupa disampaikan salah satu pengguna jalan asal Pasir Awi, Pasar Kemis, yang hendak pulang usai bekerja di PT SWC Jatake, Jatiuwung, Kota Tangerang. Ia mengaku harus mendorong sepeda motornya melewati genangan banjir di kawasan industri Facto.
“Saya mendorong motor dari arah Jatake Pasir Jaya sampai ke pos satpam industri Facto. Di tengah jembatan, kaki saya tiba-tiba kram dan tidak bisa berjalan sekitar 15 menit. Kedalaman air kira-kira 90 sentimeter, kejadian sekitar pukul 19.30 WIB,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera membangun saluran pembuangan atau sodetan guna mengurangi potensi banjir di kawasan tersebut.
Selain melumpuhkan akses jembatan, banjir juga berdampak pada wilayah permukiman warga di sekitar RT 010, RT 011, dan RT 012 yang berada di bantaran Kali Cirarab. Meski demikian, genangan di kawasan perkampungan dilaporkan tidak separah yang terjadi di area jembatan.
Hingga Jumat pagi, air masih menggenangi sejumlah titik, sementara warga berharap adanya penanganan cepat agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Red: wahabsyah