Wamen Ekraf Irene Umar Li Dorong Dangdut Go International Lewat Kolaborasi Pikachu dan Happy Asmara
JAKARTA,Topviral.id— Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar Li, menegaskan bahwa kolaborasi lintas budaya dan lintas industri menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi ekonomi kreatif Indonesia di mata dunia. Hal tersebut disampaikannya dalam acara yang diselenggarakan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).
Menurut Irene, kerja sama antara ikon global Pikachu dengan budaya dangdut Indonesia bukan sekadar hiburan, tetapi strategi memperkenalkan identitas budaya nasional ke level internasional.

“Pikachu adalah global icon, international icon. Sementara dangdut adalah sesuatu yang sangat grassroots dan sangat Indonesia. Kalau bicara dangdut, orang langsung tahu itu Indonesia,” ujar Irene.
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan Pokémon menjadi salah satu cara agar dangdut dapat menembus pasar global dan semakin dikenal masyarakat dunia. Irene juga berharap langkah ini membuka peluang lebih luas bagi musisi dangdut Tanah Air, termasuk Happy Asmara, untuk tampil dan berkarya di panggung internasional.
“Lewat kolaborasi seperti ini, kami ingin budaya Indonesia bisa naik kelas ke level dunia. Harapannya, Happy Asmara juga bisa mendapatkan peluang tampil bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara,” katanya.
Irene menilai konsep kolaborasi budaya sebelumnya juga telah terbukti berhasil, seperti ketika batik dikemas lebih modern sehingga diminati generasi muda. Menurutnya, pendekatan kreatif menjadi cara efektif untuk melestarikan budaya sekaligus menjangkau audiens baru.
“Kita pernah melihat bagaimana batik bisa kembali populer di kalangan anak muda. Sekarang kami ingin hal serupa terjadi pada dangdut,” ucapnya.
Ia juga mengaku suasana kolaborasi tersebut berhasil menyebarkan energi positif dan kebahagiaan kepada banyak orang, termasuk mereka yang sebelumnya tidak akrab dengan musik dangdut.
Lebih lanjut, Irene mengungkapkan bahwa kerja sama antara pihak Pokémon dan Kementerian Ekonomi Kreatif masih akan terus berlanjut. Meski belum bisa mengungkap detail proyek berikutnya, ia memastikan berbagai kolaborasi baru tengah dipersiapkan.
“Tujuannya sederhana, memastikan intellectual property dan budaya Indonesia bisa masuk ke level internasional lewat kolaborasi-kolaborasi kreatif seperti ini,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Irene juga mengajak media dan berbagai pihak untuk bersama-sama kembali mempopulerkan dangdut sebagai salah satu identitas budaya Indonesia yang membanggakan.