Contoh nyata integrasi rantai pasok ditunjukkan oleh Polda Metro Jaya di kawasan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Budidaya yang semula memiliki 60 kolam kini berkembang menjadi 128 kolam
JAKARTA-TOP VIRAL- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Langkah ini dilakukan melalui penguatan ekosistem rantai pasok bahan pangan berbasis produksi lokal yang menghubungkan langsung petani dan peternak daerah dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Bapak Kapolri telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengoptimalkan potensi pangan di wilayahnya masing-masing. Implementasi program tidak hanya fokus pada operasionalisasi SPPG, tetapi juga pada penguatan produksi, distribusi, penjaminan kualitas, serta keterlibatan masyarakat.
“MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, sehingga produksi pangan masyarakat dapat terhubung dengan kebutuhan SPPG,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, terdapat 1.502 SPPG Polri dalam berbagai tahapan pengembangan. Sebanyak 841 SPPG telah beroperasi penuh, 390 dalam tahap persiapan operasional, dan 271 masih dalam proses pembangunan. Jaringan ini diproyeksikan bakal melayani sekitar 2,1 juta penerima manfaat serta menyerap hingga 42.050 tenaga kerja.
Salah satu contoh nyata integrasi rantai pasok ini ditunjukkan oleh Polda Metro Jaya di kawasan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Kawasan budidaya yang semula memiliki 60 kolam kini berkembang menjadi 128 kolam.
Dalam panen raya yang digelar Senin (28/9/2026), kawasan tersebut berhasil menghasilkan 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam. Rinciannya mencakup 5.000 kg ikan nila dan mujair, 3.000 kg lele, 1.000 kg udang vaname, serta 1.000 kg udang pancet. Dari total panen tersebut, sebanyak 5.171 kg ikan disalurkan langsung untuk memenuhi kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya yang melayani 30.997 penerima manfaat. Pengiriman dilakukan menggunakan armada berpendingin (box es) guna menjamin kesegaran bahan baku.
Trunoyudo berharap model yang diterapkan di Muara Gembong dapat direplikasi oleh Polda jajaran sesuai karakteristik wilayahnya—baik pertanian, peternakan, maupun pesisir.
Untuk menjaga keberlanjutan teknis dan kualitas pendampingan di lapangan, Polri juga memperkuat sumber daya manusia melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan gizi.
“Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah,” pungkas Trunoyudo.
