Dimulai Hari Ini, Operasi Patuh Jaya 2026 Sasar Pemotor Lawan Arus hingga Main Ponsel saat Berkendara

​JAKARTA-TOP VIRAL- Polda Metro Jaya menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026 yang dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya, Komjen Dadang Hartanto, di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (26/10/2026). Operasi kepolisian ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan hingga 8 November 2026, dengan menitikberatkan pada pendekatan edukasi dan pencegahan guna meningkatkan kepatuhan serta keselamatan berlalu lintas di jalan raya.

​Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa kedisiplinan dan ketertiban berlalu lintas harus tumbuh dari kesadaran murni masyarakat, bukan semata-mata karena adanya pengawasan atau penindakan hukum dari petugas. Mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan”, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif membangun budaya tertib di jalan.

​”Terdapat kebutuhan sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk instansi terkait, tokoh masyarakat, orang tua, guru, dan masyarakat itu sendiri,” pungkas Komjen Dadang Hartanto.

​Operasi Patuh Jaya 2026 ini melibatkan kekuatan total sebanyak 2.938 personel gabungan. Rinciannya terdiri atas 2.798 personel Polri, 80 personel TNI, 30 personel Dinas Perhubungan DKI Jakarta, serta 30 personel Satpol PP. Sasaran prioritas penindakan dalam operasi ini meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melanggar rambu dan marka jalan, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, hingga melawan arus.

​Lebih lanjut, Kapolda menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk memetakan secara cermat titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan. Pemetaan ini mencakup identifikasi faktor penyebab mulai dari kondisi infrastruktur jalan, minimnya penerangan, kelengkapan rambu, hingga pola pengawasan lalu lintas.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dengan mendokumentasikan setiap tindakan petugas melalui rekaman video serta pengawasan melekat oleh fungsi Provos selama operasi berlangsung.

​Selain penegakan hukum secara terukur, Kapolda meminta agar para pelanggar berulang atau mereka yang berisiko tinggi diberikan pembinaan melalui pendekatan edukatif. Peran Bhabinkamtibmas serta fungsi Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas) akan dioptimalkan melalui kunjungan langsung ke rumah maupun sekolah dengan melibatkan instansi terkait, khususnya bagi pelanggar yang berdomisili di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

​”Kunjungan ini bukan untuk mengintimidasi masyarakat, melainkan sebagai bentuk pembinaan agar pelanggar memahami risiko dari perbuatannya dan tumbuh kesadaran untuk tidak mengulangi pelanggaran,” tegasnya.

​Menutup arahannya, Kapolda meminta setiap jajaran di kewilayahan untuk menentukan sasaran serta wilayah prioritas secara terukur. Langkah ini penting agar pelaksanaan operasi dapat dievaluasi secara berkala, terutama dalam menekan angka pelanggaran berulang dan meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas.

​Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, turut mengimbau masyarakat agar menjadikan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar momen saat operasi kepolisian berlangsung.

​”Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk saling mengingatkan dan mengutamakan keselamatan. Tertib berlalu lintas dimulai dari diri sendiri, karena keselamatan kita juga menyangkut keselamatan orang lain. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui Kerja Melayani Jakarta,” tutup Kombes Budi Hermanto. (red- endang s)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *