Tragedi Kematian Balita di Kebayoran Lama: Polisi Amankan Ayah Tiri dan Ibu Kandung, Jasad Ditemukan di Benhil

JAKARTA -TOPVIRAL- Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan bergerak cepat mengusut tuntas kasus kematian tragis seorang balita perempuan berusia 1 tahun 8 bulan. Dua orang terduga pelaku yang merupakan orang terdekat korban telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif di kantor kepolisian.

​Kasus ini mencuat ke publik setelah jajaran Polsek Kebayoran Lama menerima laporan serta informasi krusial dari masyarakat pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Berbekal laporan tersebut, aparat kepolisian langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam hingga berhasil mengendus lokasi penguburan jenazah korban di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat.

​Berdasarkan hasil investigasi awal kepolisian, insiden bermula ketika korban berada di sekitar kawasan Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, bersama ayah tirinya pada Sabtu (31/10/2026) malam. Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami tindak kekerasan fisik yang berujung pada penurunan kondisi kesehatan secara drastis hingga akhirnya meninggal dunia.

​Upaya penutupan jejak sempat dilakukan pihak terduga pelaku. Jenazah korban diduga dibawa menggunakan moda transportasi daring (online) menuju kawasan Palmerah, sebelum akhirnya dikebumikan secara terburu-buru di sebuah lahan kosong di Jalan Gatot Subroto, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Sebagai langkah pengungkapan fakta secara komprehensif, penyidik telah mengamankan dua orang berinisial AR (22) dan J (19) yang statusnya masing-masing adalah ayah tiri dan ibu kandung korban. Selain itu, petugas kepolisian juga telah merampungkan olah tempat kejadian perkara (TKP) di tiga lokasi berbeda, memeriksa sejumlah saksi kunci, serta menggelar pra-rekonstruksi guna mencocokkan keterangan dengan fakta di lapangan.

​Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa penyidik saat ini masih mendalami rangkaian kejadian serta peran masing-masing pihak secara teliti.

“Penyidik saat ini masih mendalami rangkaian kejadian serta peran masing-masing pihak secara teliti. Pemeriksaan intensif dilakukan untuk memastikan peristiwa yang sebenarnya terjadi berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang akurat,” ujar Kombes Budi Hermanto.

​Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I untuk menjalani autopsi guna mengetahui kepastian medis penyebab kematian.

Di samping itu, penyidik juga tengah melacak keberadaan pengemudi transportasi daring yang sempat mengantar pihak terkait usai kejadian untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

​Menanggapi insiden memilukan ini, pihak kepolisian tak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar.

“Warga yang mengetahui atau mendapati indikasi tindak kekerasan terhadap anak diminta untuk tidak ragu melapor secara cepat melalui layanan darurat kepolisian di nomor 110 agar penanganan hukum dapat segera dilakukan,”pungkas Kombes Budi Hermanto. (redaksi- endang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *