Hadapi Ribuan Isu Hoaks, Kadivhumas Polri Dorong Penguatan Komunikasi Publik Berbasis Kolaborasi Masyarakat

​JAKARTA -TOPVIRAL- Divisi Humas Polri menggelar Dialog Penguatan Internal Polri Ke-4 Tahun Anggaran 2026 di Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).

Kegiatan berkonsep hybrid ini mengangkat tema “Polisi Bersama Masyarakat, Merawat Ruang Informasi Publik di Era Digital” guna memperkuat strategi komunikasi publik serta menjawab kompleksitas tantangan informasi di era digital.

​Kegiatan tersebut diikuti oleh para Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda jajaran, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Satker Mabes Polri, Kapolres jajaran, hingga peserta didik dari sejumlah lembaga pendidikan Polri.

​Membacakan sambutan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa kemajuan teknologi menuntut Polri untuk semakin terbuka, adaptif, dan responsif. Fungsi humas kini tidak sekadar mempublikasikan kegiatan institusi, melainkan membangun komunikasi dua arah serta mendengarkan aspirasi publik.

​“Kepercayaan publik tidak dapat dibangun hanya melalui narasi positif, tetapi harus tumbuh dari kesesuaian antara apa yang disampaikan, apa yang dilakukan, dan apa yang dirasakan masyarakat,” tegas Trunoyudo mengutip pesan Kadivhumas Polri.

​Dalam pemaparannya, tantangan komunikasi publik kian kompleks di tengah tingginya penetrasi internet yang mencapai 81,7 persen atau sekitar 235,26 juta pengguna berdasarkan survei APJII 2026. Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat sebanyak 1.171 isu hoaks dan disinformasi bermunculan sepanjang Januari hingga September 2026.

​Menyikapi hal tersebut, Polri didorong untuk memperkuat kompetensi digital personel, mengoptimalkan analisis data berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta meningkatkan deteksi dini terhadap perkembangan isu di tengah masyarakat. Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto juga ditekankan agar diwujudkan melalui kolaborasi nyata, di mana kritik masyarakat dipandang sebagai masukan konstruktif.

​Dialog interaktif ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya, yaitu:

  1. ​Margareta Manalu, M.Si. (Dosen Komunikasi Vokasi UI) yang memaparkan materi tentang kolaborasi polisi dan masyarakat dalam membangun ruang informasi digital yang tepercaya, partisipatif, dan demokratis.
  2. ​Rizal Nova Mujahid (Lead Analyst Drone Emprit) yang mengupas pentingnya membaca dan menganalisis kritik warganet untuk memperkuat kepercayaan publik.
  3. ​Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum. (Akademisi dan Pengamat Sosial UI) yang mengulas pengaruh emosi dan pengalaman masyarakat dalam pembentukan persepsi serta kepercayaan publik.

​Melalui kegiatan ini, Divhumas Polri berharap lahir rekomendasi strategis guna meningkatkan keterbukaan informasi dan kemitraan berkelanjutan dengan media, akademisi, serta komunitas digital.

​Menutup rangkaian kegiatan, Kadivhumas Polri mengingatkan seluruh personel bahwa teknologi dan publikasi tidak akan pernah bisa menggantikan integritas serta kinerja nyata di lapangan.

​“Teknologi dapat mempercepat penyampaian informasi, tetapi tidak dapat menggantikan integritas. Kepercayaan hanya dapat dipertahankan melalui konsistensi tindakan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *