SERANG– TOP VIRAL- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Banten terus memperkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui implementasi program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berfokus pada pengembangan ketahanan pangan, program unggulan JAWARA BETON, serta penguatan pemasaran produk melalui koperasi dan UMKM.
Kepala Kanwil Ditjenpas Banten, Lili, menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, lapas dan rutan kini bertransformasi menjadi pusat pelatihan dan produktivitas bagi Warga Binaan.
”Kami ingin menjadikan Lapas dan Rutan sebagai tempat bagi Warga Binaan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Lili, Selasa (3/11/2026).
Sukses di Sektor Ketahanan Pangan
Pada sektor ketahanan pangan, periode Januari hingga September 2026 mencatat pencapaian masif. Lapas dan Rutan se-Banten berhasil melibatkan 1.038 Warga Binaan dengan total luas lahan produktif mencapai 284.578 meter persegi.
Kontribusi signifikan disumbangkan oleh Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir yang memproduksi 55.721,27 kilogram telur ayam. Sementara itu, prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh Lapas Kelas IIA Cilegon yang sukses meraih peringkat kelima pencapaian ketahanan pangan tertinggi secara nasional berdasarkan penilaian Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Selain pangan, inovasi unggulan turut digelorakan melalui program JAWARA BETON di Lapas Kelas I Tangerang. Program yang mendukung sektor perumahan rakyat, peningkatan kualitas SDM, serta pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan material Fly Ash and Bottom Ash (FABA) ini telah melibatkan 576 Warga Binaan.
Sepanjang masa pelaksanaannya, program ini mencatat angka produksi sebanyak 896.062 unit dengan penjualan mencapai 526.578 unit. Berkat kinerja gemilang ini, Lapas Kelas I Tangerang sukses menyabet peringkat kedua pencapaian UMKM tertinggi.
Tidak berhenti di situ, Kanwil Ditjenpas Banten juga memperluas akses pasar bagi karya-karya Warga Binaan. Sebanyak 253 Warga Binaan terlibat dalam memproduksi berbagai komoditas unggulan UPT, seperti:
- Keripik tempe dan makaroni keju
- Pouch ecoprint dan keset anyaman
- Telur ayam dan abon lele
- Jahe merah instan, gitar, sepatu, hingga aneka aksesori
Produk-produk berkualitas tersebut kini telah menembus pasar luas melalui berbagai gerai dan mitra strategis, termasuk Plaza Lebak, Lounge Hotel Borobudur, gerai Uniqlo, serta sejumlah lounge imigrasi.
Melalui berbagai capaian ini, Kanwil Ditjenpas Banten berkomitmen untuk terus merawat dan melahirkan inovasi pembinaan berkelanjutan, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat sinergi lintas sektor demi mewujudkan Pemasyarakatan yang produktif, mandiri, dan berdampak luas bagi masyarakat.
